Senin, 26 Januari 2015

Now, I am in relation with PPI Taiwan

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat..
Jika manusia dinilai baik dari kebermanfaatannya untuk orang lain maka saya ingin termasuk ke dalamnya. Menjadi pengurus Persatuan Pelajar Indonesia di Taiwan adalah salah satu cara saya utuk menjadi seseorang yang bermanfaat bagi sesama. Walupun tidak pernah terbersit keinginan untuk berkecimpung lagi di dunia organisasi mahasiswa sebelumnya, setelah selama 4 tahun kuliah dulu saya termasuk mahasiswi aktif berorganisasi dari mulai organisasi di dalam kampus sampai di luar kampus. Seluk-beluk organisasi mulai menjadi pengurus yang bergerak di badan legislatif sampai eksekutif rasanya sudah pernah dialami. Dari mulai merevisi AD/ART sampai ngejalanin AD/ART itu sendiri.

Kamis, 18 Desember 2014

Mau kuliah di luar negeri?

Mendapatkan banyak email (setidaknya lebih dari 20 email) karena sebuah postingan yang mungkin mengispirasi satu atau dua dari mereka yang memiliki mimpi yang mirip dengan saya seperti ekstra oksisgen yang dihembuskan ke bara api yang hampir padam, semangat kemabali membara karena setidaknya anak kemarin sore ini sedikit bermanfaat bagi sesama. Banyak yang bertanya dan ingin berbincang bagaimana caranya agar bisa kuliah di luar negeri dengan beasiswa? Bagaimana cara mendapatkan beasiswa? Apa saja persyaratannya? Saya telah berulang kali menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama untuk mereka yang bertanya. Hingga akhirnya saya berfikir lebih baik saya menuliskannya agar tak lelah mengulang jawaban.

Sabtu, 29 November 2014

Panggung Sandiwara


Dunia panggung sandiwara, mungkin itu lah mengapa begitu banyak muka bertopeng bertebaran di dunia yang sejatinya hanyalah senda gurau. Aneka tokoh berjalan menghampiri, sejenak menemani, lalu pergi, atau tetap tinggal hingga waktu yang tak seorang lakon pun tahu karena Dia sang script writer kehidupan menjadikannya misteri agar cerita selalu menarik bagi para pelakonnya. Seperti apakah topeng mu? Merah, hitam, putih, berpadu dengan ragam warna lainnya adalah tanda yang kau buat sendiri. Menjadi baik, angkuh, polos, atau dua muka sekalipun adalah kebebasan yang Sang Sutradara berikan untuk mu. Tak ada casting untuk menjadi tokoh yang kau mau karena panggung itu sejatinya milik dirimu sendiri.

Satu muka kembali membukakan mata, bahwa sejatinya sebuah ketulusan itu amatlah langka di atas panggung. Bahwa lakon tak selamanya mengikuti naskah dalam cerita yang biasanya. Siapa teman dan siapa lawan kalanya hanya dibatasi dengan sehelai benang yang rapuh. Itulah mengapa Tuhan memeritahkan umatnya untuk tak berharap dan bergantung selain pada Nya. Mana wajah, mana topeng faktanya sulit untuk dibedakan, itu lah mengapa orang bijak tidak lantas menilai sesuatu hanya dari kemasannya.