Bagi warga negara dengan penduduk
mayoritas muslim, jilbab bukan sesuatu yang baru, bukan hal aneh, tapi tidak
bagi negara minoritas yang bahkan kebanyakan pendudukanya tidak beragama.
Muslimah berjilbab adalah hal yang amat langka, maka jika ia ditemui di
keramaian akan sangat berpeluang menjadi perhatian. Ini pengalaman saya, pernah
dikira tidak berambut karena menutup kepala dengan kain, dikira jilbab adalah
pakaian adat sebagai orang indonesia, dikira jilbab adalah trend fashion yang
hari ini saya pakai dan bisa saya lepas keesokannya. Dilihat aneh bahkan pernah
ditertawai anak kecil itu biasa, saya justru merasa bangga menjadi berbeda
dengan identitas saya sebagai seorang muslimah.
Cerita yang telah terlewati atas apa yang Tuhan takdirkan | Love | Dreams | Family | Traveling | Story and Inspiration
Senin, 06 Juli 2015
Rabu, 08 April 2015
Aku wanita Aku berkarya
| Sesekali tengoklah perjuangan mu di masa lalu . Jika kini kau merasa tak mampu melewati rintangan, ingatlah dulu kau pernah melewati kesulitan. -ARA- |
“Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat
orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat” (Qur’an Al mujadalah 11)
Kamis, 29 Januari 2015
Tidak Tahu atau Tidak Mau Tahu
Minggu lalu saya menghadiri
sebuah pertemuan kepala BNP2TKI dengan
tenaga kerja indonesia di Taiwan sebagai perwakilan dari PPI. Jika saja hari
itu saya memilih untuk tidak mau tahu dan memilih menghabiskan waktu berleha-leha
di kamar, saya sangat yakin jika saya tidak akan pernah tahu tentang kondisi dan
permasalahan tenaga kerja indonesia di Taiwan. Miris adalah satu kata yang
dapat mewakili kondisi mereka saat ini. Bagaimana bisa pemerintah Indonesia
masih memandang para TKI dengan sebelah mata layaknya anak tiri saat TKI
diseluruh dunia yang mayoritasnya adalah pembantu rumah tangga adalah sumber
devisa negara yang angkanya mencapai puluhan bahkan ratusan triliun per
tahunnya seperti apa yang bapak kepala BNP2TKI katakan dalam sambutannya.
Langganan:
Postingan (Atom)