Rabu, 14 September 2016

Wisuda ala-ala Taiwan

Dalam bayangan mahasiswa Indonesia wisuda or commencement adalah prosesi sebuah kelulusan yang hanya dapat diikuti oleh mereka yang telah lulus (sudah sidang, sudah lulus berbagai macam persyaratan kelulusan). Itu pun pemikiran yang saya bawa sesampainya saya di Taipei 2 tahun yang lalu. Sampai kenyataan bahwa di kampus (NTUST) dan nyaris seluruh kampus di Taiwan mengijinkan mahasiswa belum lulus pun dapat mengikuti prosesi wisuda. Lho kok iso? Yaa iso :p Begitulah adanya saudara-saudara.


Bagi mahasiswa Taiwan, prosesi wisuda bukanlah sesuatu yang sakral, itu sebabnya prosesi wisuda hanya dilakukan sekali dalam setahun dan tidak menjadi sebuah kegiatan yang dibuat mewah serta dapat diikuti oleh siapa saja yang sudah lulus, akan lulus atau bahkan PeDe akan lulus satu semester ke depan. Untuk dapat mengikuti prosesi ini mahasiswa cukup menyewa toga dan datang saat acara berlangsung. Tak heran dress code yang digunakan pun tidak sespecial acara wisuda di Indonesia pada umumnya yang merogoh kocek. Kamu akan mendapati beberapa mahasiswa bertoga dengan celana jeans, sneakers, kemeja pendek bahkan celana pendek walau beberapa mahasiswa lainnya berpenampilan formal.

Selasa, 13 September 2016

See you Taipei

28 Juli 2016.,

"Nak, bunda pulang.." sepenggal kalimat yang ku ucap dalam hati saat ku gerek koper ke luar asrama. Hari ini, hari yang dinanti selama 2 tahun. Hari dimana satu bab kehidupan telah selesai ku penuhi. Hari dimana bab baru kehidupan akan ku mulai.

Sepanjang perjalanan Taipei-Taoyuan, ingatan ini kembali memutar kenangan-kenangan yang telah tersimpan. Ada perasaan haru yang tertutup bahagia yang besar. Ditemani seorang teman, kami membicarakan apa-apa yang kami rencanakan ke depan. Indah dalam bayangan kami, semoga Tuhan merestui.

Sampai jumpa Taiwan, Sampai bertemu kembali Taipei,.


C.K.S Memorial Hall Taipei




Jumat, 22 Januari 2016

Shakira adalah syukur

Kami bukan lah satu-satunya yang menjalani kehidupan berkeluarga jarak jauh. Ada banyak keluarga-keluarga di luar sana seperti kami. Dan aku bukanlah satu-satunya mama student yang jauh dari anak dan suami.