Kamis, 09 Februari 2017

Surat Cinta untuk Suamiku

Dear my beloved husband,

Did you remember the first letter I wrote for you, which answered your question about my feeling. Although It was more than 5 years ago, till this moment that feeling does not change even a little. With my pride I wrote the reasons I chose you to be my half who will accompany me in the rest of my life, who will be a father for our children, who will be the only one partner and friend knows me so well.

Kamis, 02 Februari 2017

#NHW2_Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga

Asslamualaikum bu-ibu, dan calon ibu.

Gak kerasa sudah mamasuki kuliah matrilukasi minggu ke-2 artinya ada Nice Home Work lagi.
Ketika pertama membaca judul materi minggu ke-2, baru baca saja sudah merasa WOW. Bisa kah saya menjadi ibu profesional kebanggan keluarga? Membaca visi dan misi dari komunitas ibu profesioanl saja sudah sangat menampar diri ini yang jauh dari profil ibu profesional. Tapi bukan kah karena itu saya ada di kelas matrikulasi hari ini? (coba menghibur diri sendiri supaya tidak menyalahkan diri. hihi). Sekali lagi dengan waras ternyata hei ternyata menjadi profesioanal sekaligus membanggakan itu butuh pengorbanan (materil, moril), usaha, dan waktu. We can’t called ourself are a profesional mom just because we stay at home 24/7, apalagi kalo nyambi kerja di luar (kaya saya), It become harder bu-ibu.

Sabtu, 28 Januari 2017

#NHW1 Adab Menuntut Ilmu

Apa sih IIP (Institut Ibu Profesional)?
Waaaah, ada institut model begitu?
Itu kuliah atau apa sih kegiatannya?
Susah gak?
Menguras waktu ga?

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah sebagian pertanyaan yang terlahir dari rasa penasaran saya ketika membaca beberapa postingan teman yang sedang mengikuti program matrikulsi IIP Batch 2. Beberapa hari kemudian bermodalkan internet di telfon genggam, saya akhirnya memutuskan untuk berselancar di dunia maya, niat nya mau tanya mbah google tentang program IIP tapi akhirnya malah asik buka facebook. Tapi, atas ijin Allah saat itu mata saya ditujukan pada sebuah postingan teman yang baru saja lulus dari program matrikulasi IIP batch 2 yang dari nya pula saya mendapat informasi tentang pembukaan program matrikulasi IIP batch 3. Tanpa tau banyak tentang IIP saya meminta izin pada suami untuk mengikuti program matrikulasi dengan menjelaskan alasannya. Alhamdulillah, suami pun mengijinakan, segera saya mendaftar dan menyelesaikan semua tahapan administrasi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Seminggu berlangsung,.

Saya belum mendapatan informasi apapun mengenai program matrikulsi IIP batch 3 Kota Bandung termasuk tidak ada satupun undangan grup program matrikulasi IIP selain email dari Ibu Septi Wulandani seminggu sebelumnya. Saat itu saya masih berfikir, mungkin saya akan diudang dekat dengan hari pertama kuliah 23 Januari.

Tangggal 23 Januari

Tidak ada tanda-tanda undangan grup, saya masih mencoba khusnudzon (mungkin besok). Sampai tanggal 25 masih saja tidak ada tanda-tanda, akhirnya saya menguhubungi teman yang pernah bergabung di program matrikulasi batch 2, menjelaskan keadaan saya dan meminta bantuannya. Alhamdulillah, tanggal 26 Januari 2017 secara resmi saya bergabung di kelas matrikulasi IIP batch 3 kota Bandung 2 dengan status ketinggalan kereta (*kok kereta sih? Kelas maksud nya).
So, Saya Anggi Regaian Agustin, SST, M.Sc si mahmud abas (re: mamah muda anak baru satu) yang sekarang katanya dosen teknik kimia, hanya bermodalkan nol untuk ikut kelas ini.