Minggu, 05 Maret 2017

#NHW6_BELAJAR MENJADI MANAGER KELUARGA HANDAL

Assalamualaikum bu-ibu dan calon ibu profesional.

Ketemu lagi nih di dunia bunda nya Kia.
Minggu ini ceritanya jadi korming (koordinator mingguan) dadakan. Nah, materi minggu ini adalah “Belajar Menjadi Manager Keluarga Handal”. Dibaca dari judulnya saja sudah sangat jelas kalau ibu/istri adalah manajer keluarga, kalau pak suami sudah pasti jadi pemimpin/kepala rumah tangga. Bu-ibu.. apa sih yang terfikirkan saat mendengar/membaca kata manager? Saya sendiri katika mendengar/membaca kata manager langsung terpikirkan kata “pengelola/ orang yang mengelola”, jadi kalau manager keluarga adalah orang yang mengelola seluruh kegiatan, kebutuhan kelurarga.

Sabtu, 25 Februari 2017

#NHW5_Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Assalamualaikum, buibu dan calon ibu profesional,.

Sampai di materi ke-5 dari 9 materi program matrikulasi IIP. It means saya sudah melewati mid semester, semoga bertahan sampai akhir yaa. Materi ke 5 ini adalah “Belajar Bagaimana Caranya Belajar”. Selama ini kebanyakan orang masih terpaku bahwa belajar itu duduk di kelas memperhatikan guru, duduk di meja belajar dan membaca buku. Sejatinya dengan berkembangnya teknologi, cara belajar sudah semakin beragam dan semakin banyak orang yang menyadari bagaimana caranya belajarnya. Nah, bagaimana dengan saya?

Sebelum saya menjawab pertanyaan NHW5, let me review a whole materi tentang Belajar Bagaimana Caranya Belajar dari program matrikulasi IIP.
Here, 10 point penting yang saya rangkum.

Minggu, 19 Februari 2017

#NHW4_Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

Assalamualaikum bu-ibu dan calon ibu profesional,.

This week, kelas matrikulasi IIP have a challenging topic. “Mendidik Anak dengan Fitrah Berbasis Hati Nurani” for the first time I heard it sounds like the words of God (berat banget kata-katanya). And after I read a whole materi mata kaya dicolok-colok sampe melek. So, let me share the review, yang menurut saya ini point pentingnya.

1.    Salah satu alasan wanita diamanahi anak adalah untuk membangun peradaban dari dalam rumah.
2.    Yang menentukan tahapan ilmu yang harus dikuasai dalam mendidik anak, adalah DIRI SENDIRI.
“The only reality is YOUR PERCEPTION”
Yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan dengan menjadi diri sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain dan jangan silau terhadap kesuksesan orang lain.
3.    Yakinlah kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak. “Just DO It”. Lakukan saja meskipun belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan lewat laku kehidupan kita.
4.    Jangan heboh pada “Apa yang harus dipelajari anak-anak kita”, tapi fokus pada “Untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut”.
5.    Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu : PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH BERBASIS HATI NURANI
6.    Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir.
7.    Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia.
8.    Tugas orang tua adalah MENEMANI.
9.    Bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK.
10. Mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dan sebagainya. Tetapi pendidikan sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Gimana bu-Ibu pedes gak itu mata gara-gara kecolok? Atau pipi yang sakit kaya habis ditampar bolak-balik?